Free 7up Dot Cursors at www.totallyfreecursors.com
ALLNOTESRUGZ: opini
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2011

NDAHEBO=Tidak Mungkin=Imposibble


Ndahebo??--apa yang ada dipikiran kamu tentang kata itu? Bahasa mana? Apa maksudnya? Apa ada bahasa seperti itu?
TENTU ADA...
Awal mendengarnya saja aku kira bahasa Italiano yang identik dengan huruf o.
Tapi yang aku bayangkan ternyala salah besar. Tentu saja, mana mungkin Ibuku gaul abis tau bahasa Italia. Bahasa itu pertama kalinya diperdengarkan ditelingaku ketika aku mengatakan sesuatu yang membuat ibuku menyela kata itu keras-keras(lantang pula).
Begini percakapan kita saat itu (mau tidur) :
aku : ya besuk aku tangi isuk bu!
ibu : ndahebo kowe tangi isuk.
Karena itu percakapan, ibuku tidak tahu kalo sebenarnya yang ku katakan jika dituliskan menjadi seperti ini "ya besuk aku tangi isuk bu!"
(hahaha,ngekek dewe)
Dan translate "ndahebo" itu sendiri dalam bahasa nasional kita sama dengan "tidak mungkin" (masih tidak percaya)
Hal itu membuat aku tersadar akan sesuatu, begitu miskinnya pengetahuan bahasa idiolekku tentang JAVANESSE, dalam kenyataannya aku terlahir sebagai orang Jawa, Ngayogyakarta-- tapi aku sendiri tidak begitu paham dengan bahasanya. Aku malu dengan diriku sendiri, hidup dalam jaman peleburan budaya, sampai aka merasa itu budaya kotaku sudah tak kental lagi dirasakan (disekelilingku).
Jika aku mempunyai banyak waktu (alias kurang gawean) aku mau membuat data statistik mengenai "Data Anak Tiap KK yang Berbahasa Krama kepada Orang Tua"
Taruhan, ada 60% kah?
Tapi mbog bilih kula niki salah ngira-ngira. Hehe
Bangga menjadi anak Jogja dengan keistimewaannya saja gak cukup membantu budaya kita tetap lestari. Tapi biasakan mencintai dengan menguasai, minimal mempelajari. Disini aku ada link buat kamu-kamu yang ingin belajar bahasa internasional sekaligus tanpa menyepelekan bahasa kultur kita "JAVANESSE punya"
Monggo panjenengan tingali piyambak :) -->
Kamu dapat mengetik sebuah kata yang ingin kamu ketahui versi JAVANESSE dan ENGLISH-nya di link itu.
Semoga membantu :)
Cintai Budaya Negri Sendiri ya dengan MEMBIASAKAN :)

Kamis, 06 Oktober 2011

YANG AKU TAU


YANG AKU TAU tentang DUNIA ini :
1.aku hidup diciptain sbg MANUSIA
2.aku bisa melihat dua hal yang berbeda seperti:
-siang dan malam yang berbeda karena terang dan gelap.
-langit dan bumi yang berbeda karena letaknya diatas dan dibawah
-hadiah dan hukuman yang berbeda karena benar salahnya
-awal dan akhir dimana mereka memiliki makna yang sangat berbeda yaitu pertemuan dan perpisahan :(
bahkan ak sempat digombalin pacar ak sendiri,waktu itu aku inget dia tanya apa perbedaan antara aku dan rumus? dia jawab kalau rumus sulit dihapal,kalu kamu sulit dilupakan
(nice chat-up i think*sambil nyengirr)
3.aku punya bagian tubuh lunak tapi multifungsi(otak). Bisa buat berpikir sampai aku lulus sekolah,menangis saat aku sedih atau terluka,bergerak saat aku ingin melangkah,merasa saat aku menemukan berjuta rasa yang ada di dunia ini,dsb.
4.aku hidup berdampingan dengan sesama tapi berbeda(hlohh gimana itu)
yaitu teman,tetangga,saudara,sampai orang lain yang tak ku kenal yang punya karakteristik khusus yang membedakanku dengan mereka semua(padahal kita sama=MANUSIA)
5.aku gak tau kapan aku akan kembali(kepada penciptaku)
itulah hal terindah karena aku disini gak membayangkan hal yang paling mengenaska(mati) terjadi padaku dengan memikirkan kapan waktuku tiba. Cukup dengan memandang kedepan,memandang kehidupan,menjalaninya dan membuat semuanya jadi indah yang ternyata selama yang aku tauorang-orang mayoritas di dunia ini hanya mencari KEBAHAGIAAN(menurutku)
Tapi yang jelas,dunia ini yang aku tau hanya sekedar yang tampak dimataku,karna bagiku aku ini keciiiiiiiiiiil sekali,tak nampak dengan pengetahuan yang hanya sebesar lambung semut(kecil banget,itupun harus diamati pakai mikroskop).
yah kata orang sii "seperti katak dalam tempurung"
gak perlu ambil pusing dengan dunia ini(lebih-lebih urusan duniawi),kita jalani saja layaknya semut-semut yang seringkali hijrah(berpetualang mencari makan) bersama teman-temannya,indah bukan?

Senin, 18 Juli 2011

Pandangan tentang Kehidupan


Sering kali kita sebagai makhluk hidup yang diberi napas secara cuma-cuma tidak pernah memikirkan hal-hal kecil disekitar kita. Tak pernah terbesit pula apa tujuan sebenarnya kita hidup. Mungkin dari berbagai sudut pandang orang dengan macam-macam latar belakang mereka, pasti begitu banyak pandangan tentang kehidupan. Misalnya saja, bagi orang yang percaya penuh pada Ketuhanan, mereka pasti menjawab “tujuan hidup saya adalah mencapai nirwana alias surga”. Lain halnya dengan yang berkelut pada bidang duniawi dengan pikirannya dipenuhi dengan materi, mereka pasti menjawab ”tujuan hidup saya adalah menaklukkan dunia,menjadi orang nomer 1 di jagad raya ini”. Dan pasti terdapat pemikiran dari sosok yang penuh perjuangan yaitu ”tujuan hidup saya adalah bahagia dunia akhirat dan berguna bagi bangsa”. Beda hal pula dengan yang tidak memiliki misi ke depan dia hidup tanpa terarah oleh satu tujuan, pasti dia mengatakan “yang penting hidup”. Sangat miris mendengarnya. Tapi itu realita. Lalu apa tujuan hidup saya, bagaimana dengan anda juga?
Jujur, jika ditanya mengenai tujuan hidup pasti saya belum terbesit oleh suatu pencapaian yang mengharuskan saya untuk merancang ini, melakukan itu, mengusahakan hal seperti ini, dan lain sebagainya. Namun tidak mungkin pula kita hidup, dalam artian sempit saja-melakukan sesuatu tanpa tujuan. Pasti dimana kita menghendaki diri kita berbuat sesuatu maka pasti kita terpacu pada tujuan mengapa kita melakukan hal itu. Tetapi jika kita melakukan hal-hal yang tidak bertujuan pastilah orang menganggap kita “geje” alias gak jelas (bahasa anak jaman sekarang). Untuk itu, diperlukan suatu tujuan dalam hidup kita. Pasti,kenapa? Karena disana kita akan menghemat waktu kita untuk memikirkan suatu hal yang harus kita lakukan dengan “progress” yang kita rancang di dalam otak, sehingga sistem kerja otak sudah menge-set psikomotorik kita untuk melakukan progress tersebut sehingga kita memiliki pencapaian yang berupa standar kualitas personal kita. Jika anda merasa pintar, pasti anda akan menjadi orang yang sukses di bidang akademik dengan gelar-gelar yang meningkatkan harkat anda dalam sosial. Jika anda merasa ahli agama, anda pasti menjadi seorang Ulama yang terpandang dalam masyarakat. Dari semua itu, tujuan-lah yang menjadi final-yielding anda, maka gunakan hidup anda untuk melakukan hal-hal di dalam lingkup tujuan jika anda mengejar kesuksesan, tapi jika anda tak membesitkan itu dalam benak anda, maka cukup dengan kesenangan anda pasti sudah puas dengan hidup yang anda jalani. Karena pada hakikatnya, manusia tidak akan pernah puas dengan hasil yang dicapainya selama dia mengejar kesuksesan.

Minggu, 03 Juli 2011

Dimana letak ke-PROFESIONAL-an seorang PENGAJAR sesungguhnya?

Mungkin memang suatu teori yang penjelasannya sangatlah implisit jika dijabarkan, bahkan tidak akan menemui titik temu dalam prakteknya (karena ini berkenaan dengan sense) dimana hanya dapat dirasakan oleh minoritas, bukan secara global. Tentu saja, menurut UU tentang Guru dan Dosen Pasal 28 ayat 3 butir b menjelaskan bahwa “kemampuan pribadi yang mantap dan stabil emosi, dewasa, arif, berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia” jelas sekali menjabarkan tentang kompetensi kepribadian guru yang professional.
Dapat disimpulkan bahwa seorang pengajar yang professional harus memiliki kestabilan emosi. Dia dapat menempatkan dirinya dimanapun dia bertindak sebagi public figure yang memberi tauladan bagi anak didiknya bagaimanapun keadaannya saat itu, entah dia sedang memiliki banyak masalah sekalipun sedang dilanda kesusahan. Bisakah semua pengajar seperti yang disebutkan pada pasal tersebut?
Lalu bagaimana dengan banyaknya kasus-kasus akademik seperti : seorang guru kagol (bahasa indonesianya tidak mau lagi/ kecewa) mengajar anak didiknya yang memiliki perilaku menyimpang (brutal), ada lagi seorang guru malas mengajar karena kelelahan dengan aktivitasnya diluar mengajar. Tidakkah mereka memikirkan kode etik guru yang fungsinya menitikberatkan pada peraturan perilaku guru dalam profesinya?
Sungguh, suatu hal yang rumit untuk dipikirkan karena mudah dalam berteori tetapi susah dalam prakteknya. Dari semua guru maupun dosen yang pernah saya anut pengajarannya, ada salah seorang dosen yang mengatakan pada saya “asal suasana pembelajaran itu senang, murid senang terhadap dosen, dosen juga senang terhadap anak didiknya maka tidak akan berat menjalani pembelajaran itu. Jadi sesungguhnya point yang ingin saya utarakan disini adalah bagaimana seorang pengajar berstrategi dalam menciptakan suasana mayoritas (dimana semua anak didik suka dengan pembelajarannya) sehingga dengan sendirinya makna ke-PROFESIONAL-an itu akan muncul dengan sendirinya tanpa dipaksakan dalam metode pengajarannya. (rgl_view)

Kamis, 19 Mei 2011

The Three Wisdoms for my Children!

Hmm, nice topic! Bayangkan dalam waktu kurang dari 2 menit membuat pidato yang kerangkanya ada intro, reason, example, dan conclusion. Lalu aku memilih topik itu diantara dua lainnya yang disuguhkan yang tidak menarik perhatian mataku. Jujur aku bukan orang yang cekatan dalam mengembangkan pikiran karena aku sangatlah lamban untuk berpikir spontanitas. Jadi apapun yang ada dipikaranku saat itu adalah “I can’t do this speech”. But so far so good I think! Soalnya aku bisa melalui ujian Speaking itu dengan jawaban yang menurutku itu sudah cukup dan mencakup bahasan mengenai tiga kebijakan yang kuberikan pada anak-anakku. Aku menulisnya di lembaran HVS alias hand-out yang berisikan materi Real Speech. Impromptu, but a little bit note, aku menjawab pertanyaan dari topik itu dari pemikiran-pemikiran sepintas yang keluar dari otakku yang masih dibilang wawasanku sempit. Dan aku mampu merangkainya dalam sebuah point-point dari sudut pandangku sendiri. Tiga kebijakan yang nantinya akan aku beri kepada anak-anakku adalah:

Sabtu, 18 September 2010

tentang ku menurut "AKU"

           Memang tak mudah mengenali diri sendiri.Selalu orang bilang “aku ingin mencari jati diriku,kelak pasti aku menemukannya”.Di masa itulah semua manusia menjadi munafik,menganggap dirinya selalu baik dimata yang memandang(cari perhatian orang).Padahal disisi lain orang juga dapat menilai sesuatu hal baik buruk mulai dari hal yang tak terlihat sekecilpun.Mengagung-agungkan dirinya sendiri,mencemooh yang buruk dari yang lain,tak merasa kesalahan yang diperbuatnya.Tetaplah munafik yang diandalkan.Memang benar,orang baik sudah langka ditemui.Saat ini persaingan dan persainganlah yang telah membabi buta kalayak banyak,hingga mereka tak sadar bahwa hidup itu tak luput dari sesuatu yang indah.Pikirkan diri sendiri tidak boleh merugi,menjadi pahlawan kesiangan jadinya.Lihat saja semua orang pasti pernah mengalami pahitnya dibenci,tak ada yang sesalu bersih tanpa dibenci orang.Orang baikpun mempunyai musuh yang membencinya.
            Aku memang tak begitu paham dengan jalan pikiranku.Kita sering tidak memahami diri sendiri,malah mungkin orang lain yang mengerti kita.Tetntu tak ada kalimat ‘introspeksi’apabila tak ada kritik dari orang lain.Sebenarnya bukan kita yang berpengaruh bagi diri kita sendiri,akan tetapi orang lain.Kita sering tidak menyadari bahwa orang lainlah yang membentuk pribadimu.Coba saja sekarang banyak komunitas yang memiliki kesamaan yaitu cara berpakaian,cara berbicara,bahkan cara menyukai sesuatu.Bisakah kamu bertanya kepada diri sendiri”bagaimanakah diriku sebenarnya?”.Pasti lebih banyak yang bertanya pada teman terdekat,keluarga,sahabat,dan orang-orang sekitarnya.Tapi sebaik-baik orang kita akan dikenal sebagai “pahlawan” apabila kita yang selalu merasa salah,merendah kapada orang lain,dan tidak menjadi seseorang yang munafik.Jaga hati,jaga perasaan,dan jaga bicara akan menjadi seseorang yang baik dan selalu diterima dimanapun ia berada(easy going kali!!).
            “Menurutku aku ini bodoh,tolol,bukan teman yang baik”.Sebenarnya itu hanyalah pancingan agar aku dipuji yang lebih baik.Bukan bermaksud menyombongkan diri,tapi menerutku itu adalah sebuah motivasi untukku berbuat kebaikan dan menjadi seorang teman yang baik agar diterima juga dengan baik.Sungguh indah hidup ini jika “munafik” tidak merajai hati dan diri,KEIKHLASAN yang kita tanamkan pasti membuahkan perasaan yang tak tertandingi rasanya.Coba saja tanamkan semua hal itu,kuyakin kau pasti merasakan hidupmu yang bermakna.Terasa hidup 1000 tahun lamanya?(haha,lebay)


nice try!

rUGZ,161010