Mungkin dunia musik sudah menjadi dunia yang biasa didekati oleh seorang yang menyukai seni. Awal mula dari hobi yang kemudian dapat menjadi profesi bahkan menjadi setengah dari diri. ”Musik untuk hidup atau Hidup untuk musik”. Sering mendengar kalimat itu bukan? Kalau aku bilang si musik itu sebagian dari hidup,bukan sepenuhnya. Jika Musik untuk hidup apa guna Oksigen? Hidup untuk musik apa guna makan?(ga nyambung yaa). Aku tidak terlahir dari keluarga “musisi/musikus”, tapi entah mengapa aku menyukai seni musik. Darah bermusik mengalir di diriku. Entah sejak kapan, tapi aku rasa semenjak aku mengalami masa puber(SMP maksudnya). Berawal dari mengidolakan seseorang, sampai mencoba menjadi yang diidolakan. Gak ada salahnya kita mencoba, toh akhirnya aku bisa(walau sedikit :p). Alat musik pertama yang kumainkan adalah gitar. Masih ingat aku belajar chord lagu “The Rain-Dengar Bisikku”. Semakin hari semakin tambah rasa penasaranku dengan alat musik yang lain. Sampai ke-PEDE-annya aku mencoba memainkan drum, tapi ya tetap aja amatiran. Waktu itulah aku menemukan kebahagiaanku, kebanggaan, dkk. Lagu pertama yang berhasil aku garap ”Kotak-Terbang”. Bersama Yekti, Dyaz, Anita, Tika, dan juga Shelma kita berjalan menyusuri jalan Colombo, melewati pekarangan UNY, menembus gang-gang demi mencari studio (kenapa ga nyampai pegunungan sekalian, haha :D). Sampai dapat studio yang tempatnya gak begitu terkenal, sempit, dan terpencil. Aku lupa nama studionya .Disanalah kita semua unjuk gigi, dengan banyak kesalahan tapi membuahkan hasil yang bagi kita hal itu sangan membanggakan. Masa-masa itu [asti akan selalu terkenang.
Sampai kelulusan memisahkan kita semua, kita mencari teman baru, dunia baru, dan pandangan baru. Anita aku dengar kabar darinya mempunyai band dengan teman-teman barunya. Dyaz menjadi murid asrama. Tika dan Yekti menjadi murid SMA tanpa menekuni musik, sedangkan aku menjadi murid sekolah kejuruan dan terus menekuni hobiku di musik. Dalam pencarian aku mendapatkan event dikampungku yang mempertemukan aku dengan teman-teman masa kecilku. Kita sepakat membuat band ”gadungan”. Dengan diberi nama ‘RGB’ yang singkatannya tidak perlu aku rinci secara jelas menggarap 2 lagu untuk perform dalam acara ‘Sumpah Pemuda’. Walau momen yang singkat kita membuat memory yang unik dalam lingkungan kita tinggal sejak kecil. Setelah saat itu kita tidak melanjutkan menjadi band utuh, karna tujuan kita membentuk band hanya untuk sekali perform(proyekan singkat). Dari situlah,aku menambah teman yang melihatku latihan. Teman SD yang kutemui dalam reuni melihatku mampu memegang alat musik (walau gak jago) tergugah untuk mengajakku bergabung dengan bandnya yang katanya sedang mencari BASSIST. Tentu saja aku anak yang tidak takut mencoba dengan rasa yang penasaran mengikuti ajakannya. Dan yang tak kusangka aku menemukan lingkungan baru. Dengan orang-orang yang berlatar belakang berbeda, karakter yang berbeda pula. Disinilah aku menikmati memiliki sebuah band yang menurutku itu bukan hanya sebuah kelompok musik,akan tetapi keluarga.Tapi aku hanya bisa menjalani sampai 6 bulan bersama mereka. Entah mengapa saat itu aku tak sanggup lagi menjalani. Mungkin karena ada faktor yang tidak mendukungku.Tapi kalian semua memang telah memberiku rasa kekeluargaan. Aku gak bakal bisa lupa,tapi jika kalian melupakan aku takkan kecewa. Maaf dulu aku membanggakan band ini,tapi aku sendiri yang mengundurkan diri. Menyesal mungkin ada, tapi mungkin juga itu jalan terbaik yang harus aku pilih.Kelak juga kalian pasti menemukan dunia kalian sendiri. Terimakasih atas moment perform di ”Taman Kuliner”, ”Sang Timur”, dan LA LIGHT Indiefest. Saat itu adalah moment yang paling membanggakan bagikau,walau aku tak bisa membanggakan band kalian dengan adanya aku. Lagu ”TAK ADA YANG KUCARI” pasti selalu teringat bila aku sempat melupakan kalian. Aku menganggap kalian semua sudah seperti keluargaku sendiri ”SLIPPER”, semoga kalian juga. Thanks to Rama, Toni, Rizky, dan teman-teman yang lain POINT (Dina,Bagus,Agung,Vera).
Special song : TAK ADA YANG KUCARI/cipt.TONI
Setelah kau pergi tak ada yang kucari,kau menghianati semua yang kuberi
Dan hatiku ini sepi sendiri lagi,engkau telah pergi dengan kekasih hati
Dan hatiku…hilangmu..
Sepiku didalam mimpi panjang
Dan hati hancur kuterluka karena cinta….
Dan ku menangis,ku bersedih karena cinta….
Kuhancur karenamu karena cintamu padaku
Dan hatiku takkan lagi memiliki rasa yang indah
Memori in mine
Bassist Slipper’08
