Free 7up Dot Cursors at www.totallyfreecursors.com
ALLNOTESRUGZ: September 2010

Sabtu, 18 September 2010

duniaku yg dulu berwarna



Mungkin dunia musik sudah menjadi dunia yang biasa didekati oleh seorang yang menyukai seni. Awal mula dari hobi yang kemudian dapat menjadi profesi bahkan menjadi setengah dari diri. ”Musik untuk hidup atau Hidup untuk musik”. Sering mendengar kalimat itu bukan? Kalau aku bilang si musik itu sebagian dari hidup,bukan sepenuhnya. Jika Musik untuk hidup apa guna Oksigen? Hidup untuk musik apa guna makan?(ga nyambung yaa). Aku tidak terlahir dari keluarga “musisi/musikus”, tapi entah mengapa aku menyukai seni musik. Darah bermusik mengalir di diriku. Entah sejak kapan, tapi aku rasa semenjak aku mengalami masa puber(SMP maksudnya). Berawal dari mengidolakan seseorang, sampai mencoba menjadi yang diidolakan. Gak ada salahnya kita mencoba, toh akhirnya aku bisa(walau sedikit :p). Alat musik pertama yang kumainkan adalah gitar. Masih ingat aku belajar chord lagu “The Rain-Dengar Bisikku”. Semakin hari semakin tambah rasa penasaranku dengan  alat musik yang lain. Sampai ke-PEDE-annya aku mencoba memainkan drum, tapi ya tetap aja amatiran. Waktu itulah aku menemukan kebahagiaanku, kebanggaan, dkk. Lagu pertama yang berhasil aku garap ”Kotak-Terbang”. Bersama Yekti, Dyaz, Anita, Tika, dan juga Shelma kita berjalan menyusuri jalan Colombo, melewati pekarangan UNY, menembus gang-gang demi mencari studio (kenapa ga nyampai pegunungan sekalian, haha :D). Sampai dapat studio yang tempatnya gak begitu terkenal, sempit, dan terpencil. Aku lupa nama studionya .Disanalah kita semua unjuk gigi, dengan banyak kesalahan tapi membuahkan hasil yang bagi kita hal itu sangan membanggakan. Masa-masa itu [asti akan selalu terkenang.
Sampai kelulusan memisahkan kita semua, kita mencari teman baru, dunia baru, dan pandangan baru. Anita aku dengar kabar darinya mempunyai band dengan teman-teman barunya. Dyaz menjadi murid asrama. Tika dan Yekti menjadi murid SMA tanpa menekuni musik, sedangkan aku menjadi murid sekolah kejuruan dan terus menekuni hobiku di musik. Dalam pencarian aku mendapatkan event dikampungku yang mempertemukan aku dengan teman-teman masa kecilku. Kita sepakat membuat band ”gadungan”. Dengan diberi nama ‘RGB’ yang singkatannya tidak perlu aku rinci secara jelas menggarap 2 lagu untuk perform dalam acara ‘Sumpah Pemuda’. Walau momen yang singkat kita membuat memory yang unik dalam lingkungan kita tinggal sejak kecil. Setelah saat itu kita tidak melanjutkan menjadi band utuh, karna tujuan kita membentuk band hanya untuk sekali perform(proyekan singkat). Dari situlah,aku menambah teman yang melihatku latihan. Teman SD yang kutemui dalam reuni melihatku mampu memegang alat musik (walau gak jago) tergugah untuk mengajakku bergabung dengan bandnya yang katanya sedang mencari BASSIST. Tentu saja aku anak yang tidak takut mencoba dengan rasa yang penasaran mengikuti ajakannya. Dan yang tak kusangka aku menemukan lingkungan baru. Dengan orang-orang yang berlatar belakang berbeda, karakter yang berbeda pula. Disinilah aku menikmati memiliki sebuah band yang menurutku itu bukan hanya sebuah kelompok musik,akan tetapi keluarga.Tapi aku hanya bisa menjalani sampai 6 bulan bersama mereka. Entah mengapa saat itu aku tak sanggup lagi menjalani. Mungkin karena ada faktor yang tidak mendukungku.Tapi kalian semua memang telah memberiku rasa kekeluargaan. Aku gak bakal bisa lupa,tapi jika kalian melupakan aku takkan kecewa. Maaf dulu aku membanggakan band ini,tapi aku sendiri yang mengundurkan diri. Menyesal mungkin ada, tapi mungkin juga itu jalan terbaik yang harus aku pilih.Kelak juga kalian pasti menemukan dunia kalian sendiri. Terimakasih atas moment perform di ”Taman Kuliner”, ”Sang Timur”, dan LA LIGHT Indiefest. Saat itu adalah moment yang paling membanggakan bagikau,walau aku tak bisa membanggakan band kalian dengan adanya aku. Lagu ”TAK ADA YANG KUCARI” pasti selalu teringat bila aku sempat melupakan kalian. Aku menganggap kalian semua sudah seperti keluargaku sendiri ”SLIPPER”, semoga kalian juga. Thanks to Rama, Toni, Rizky, dan teman-teman yang lain POINT (Dina,Bagus,Agung,Vera).

Special song : TAK ADA YANG KUCARI/cipt.TONI



Setelah kau pergi tak ada yang kucari,kau menghianati semua yang kuberi

Dan hatiku ini sepi sendiri lagi,engkau telah pergi dengan kekasih hati



Dan hatiku…hilangmu..

Sepiku didalam mimpi panjang



Dan hati hancur kuterluka karena cinta….

Dan ku menangis,ku bersedih karena cinta….



Kuhancur karenamu karena cintamu padaku

Dan hatiku takkan lagi memiliki rasa yang indah


Memori in mine

Bassist Slipper’08

tentang ku menurut "AKU"

           Memang tak mudah mengenali diri sendiri.Selalu orang bilang “aku ingin mencari jati diriku,kelak pasti aku menemukannya”.Di masa itulah semua manusia menjadi munafik,menganggap dirinya selalu baik dimata yang memandang(cari perhatian orang).Padahal disisi lain orang juga dapat menilai sesuatu hal baik buruk mulai dari hal yang tak terlihat sekecilpun.Mengagung-agungkan dirinya sendiri,mencemooh yang buruk dari yang lain,tak merasa kesalahan yang diperbuatnya.Tetaplah munafik yang diandalkan.Memang benar,orang baik sudah langka ditemui.Saat ini persaingan dan persainganlah yang telah membabi buta kalayak banyak,hingga mereka tak sadar bahwa hidup itu tak luput dari sesuatu yang indah.Pikirkan diri sendiri tidak boleh merugi,menjadi pahlawan kesiangan jadinya.Lihat saja semua orang pasti pernah mengalami pahitnya dibenci,tak ada yang sesalu bersih tanpa dibenci orang.Orang baikpun mempunyai musuh yang membencinya.
            Aku memang tak begitu paham dengan jalan pikiranku.Kita sering tidak memahami diri sendiri,malah mungkin orang lain yang mengerti kita.Tetntu tak ada kalimat ‘introspeksi’apabila tak ada kritik dari orang lain.Sebenarnya bukan kita yang berpengaruh bagi diri kita sendiri,akan tetapi orang lain.Kita sering tidak menyadari bahwa orang lainlah yang membentuk pribadimu.Coba saja sekarang banyak komunitas yang memiliki kesamaan yaitu cara berpakaian,cara berbicara,bahkan cara menyukai sesuatu.Bisakah kamu bertanya kepada diri sendiri”bagaimanakah diriku sebenarnya?”.Pasti lebih banyak yang bertanya pada teman terdekat,keluarga,sahabat,dan orang-orang sekitarnya.Tapi sebaik-baik orang kita akan dikenal sebagai “pahlawan” apabila kita yang selalu merasa salah,merendah kapada orang lain,dan tidak menjadi seseorang yang munafik.Jaga hati,jaga perasaan,dan jaga bicara akan menjadi seseorang yang baik dan selalu diterima dimanapun ia berada(easy going kali!!).
            “Menurutku aku ini bodoh,tolol,bukan teman yang baik”.Sebenarnya itu hanyalah pancingan agar aku dipuji yang lebih baik.Bukan bermaksud menyombongkan diri,tapi menerutku itu adalah sebuah motivasi untukku berbuat kebaikan dan menjadi seorang teman yang baik agar diterima juga dengan baik.Sungguh indah hidup ini jika “munafik” tidak merajai hati dan diri,KEIKHLASAN yang kita tanamkan pasti membuahkan perasaan yang tak tertandingi rasanya.Coba saja tanamkan semua hal itu,kuyakin kau pasti merasakan hidupmu yang bermakna.Terasa hidup 1000 tahun lamanya?(haha,lebay)


nice try!

rUGZ,161010